Kamis, 15 Mei 2014

cinta, waktu dan agama

Dihari ini tak ada kata yang mampu ku ucap dan mampu ku urai. Hanya sebuah patahan kata yang mungkin sedikit lucu untuk didengar. "Cinta" begitulah orang-orang menyebutnya. Ingin sekali berada disampinya terus, hanya saja waktu yang membataskan. Kata orang, cinta itu bikin gila. menurut gue sendiri orang tersebutlah yang merasa gila karena cinta. Seandainya cinta itu sesuai dengan keinginan kita, mungkin tak akan ada yang sakit hati karenanya. Orang yang mempunyai rasa cinta yang besar tentu mempunyai rasa benci yang besar pula. Disinilah hukum sebab akibat berlaku, izinkan saya untuk mengutip kalimat dari anime favorit saya, "cinta akan melahirkan kebencian". Menurut gue sendiri itu layak untuk dibenarkan, karena hukum didunia ini setiap yang benar pasti ada yang salah. Sebagai seorang hamba Allah, sepatutnya kita saling mencintai antar sesama dalam artian simpati terhadap apa yang terjadi. Jangan salahkan cinta atas apa yang terjadi, salahkan mereka yang salah memilih cinta karena nafsu dari mata..

olahraga

Banyak orang berbicara kalau pelajaran olahraga itu hanya sekedar pelengkap aja, atau sekedar pelarian aja dari pelajaran yang pokok. Padahal lebih dari sekedar itu, olahraga tentu penting, olahraga tentu diperlukan. Kenapa? Karena olahraga berhubungan dengan jasmani, dan didalam diri manusia terdapat jasmani dan rohani. Dilihat dari sudut itu saja penting. Belum lagi perkataan Bung Karno tentang olahraga. Saya ambil 2 kalimat beliau tentang olahraga, "memasyarakatkan olahraga dan mengolahragakan masyarakat", "jadikan olahraga sebagai identitas bangsa". Olahraga... Olahraga... Sayangnya engkau hanya dianggap pelengkap oleh orang lain. lebih dari sekedar itu, engkau sangat dianggap istimewa oleh presiden pertama kami. Dengan ini, setelah kami mengenakan Toga nanti, kami akan mendeklarasikan kalimat Bung Karno diatas dengan tindakan kami. Jaya! Jaya! Jaya!