Kamis, 22 Januari 2015

singkat

Terlampau salah dalam melakukan
Terlampau salah dalam mengatakan
Dan terlampau telat tuk mengubah
 Apalah arti dari sebuah perkenalan karena pada akhirnya berpisah. Cerita ini ku tulis khusus untuknya, bukan karena Ia spesial, bukan karena Ia istimewa, tapi karena Ia yang aku suka. Bukan sok puitis atau sok romantis, terlepas dari itu ini hanya sekedar perkenalan.
Saat mentari muncul dari ufuk barat, ku harap kau muncul lewat dering sms walau hanya sekedar ucapan selamat pagi. Benar kata orang, bahagia itu sederhana. Singkatnya, aku suka dia. Berbeda dari yang lain, senyumnya seperti nada dering  yang selalu ku tunggu. Lari dari sebuah situasi, bukan situasi yang kami ingin. Situasi pertentangan dimana kami harus memilih antara kenal atau tidak sama sekali. Aku yang salah, aku yang benar-benar salah. Pertentangan ini muncul karena aku. Situasi ini membuat ku memilih untuk tidak lagi mengenalnya walau sebenarnya ini pertentangan logika dan emosi. Tapi, sudahlah...
Aku yakin  semua kan baik-baik saja tanpa harus ada aku, tanpa ku mengenalnya. Kehidupan ini seperti kereta, telat sedikit kita akan tertinggal dan terus melihat kedepan tanpa harus menoleh kebelakang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar